(Review Buku) The Undomestic Goddess - Sophie Kinsella

January 25, 2020

    

Judul buku : The Undomestic Goddess (bukan cewek rumahan)
Penulis : Shophie Kinsella
Alih bahasa : Yasmine Hadibroto
GM 402 05.039
Desain dan ilustrasi sampul : eMTe
Hak cipta terjemahan Indonesia :
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2005.
Hal : 559 halaman 



Samantha adalah pengacara top di London. Ia bekerja sepanjang waktu, tidak ada waktu untuk diam di rumah, dan hanya punya satu cita-cita: meraih posisi rekanan di biro hukum ternama. Seluruh hidupnya dipacu tekanan dan semburan adrenalin. Hingga suatu saat.. ia membuat satu kesalahan. Satu kesalahan fatal yang menghancurkan seluruh kariernya.


Rasa panik atas kesalahan itu membuat Samantha tak sadar melarikan diri dari kantor dan pergi tanpa tujuan. Dia naik kereta pertama yang dilihatnya. Tanpa disadari dia berada di sebuah desa. Samantha mengecek ponselnya, terlihat beberapa panggilan tak terjawab dari Guy teman sekantor-nya. Lalu dia mencoba menelpon Guy, berharap akan ada kabar baik dan mendapat solusi, namun ternyata hanya membuat Samantha menjadi semakin panik dan ingin pingsan karena mendadak kepalanya sakit dan tidak bisa berfikir. 

Terhuyung-huyung Samantha menyusuri jalan di stasiun tempat kereta dia berhenti, Samantha tak melihat satupun toko dan ada sebuah pub namun sepertinya belum buka. Sampai tiba di sepasang pilar tinggi berukir gambar-gambar singa. Ini sebuah rumah. Rumah itu lumayan mewah, terbuat dari bate berwarna madu, dengan atap curam dan cerobong asap tinggi, serte dua mobil Porsche diparkir di muka rumah. Dengan rasa tak karuan, Dia memencet bel rumah tersebut untuk meminta obat sakit kepala, segelas air minum dan menanyakan hotel di sekitar sana. Setelah beberapa lama berdiri di sana, tampaknya rumah ini kosong. Namun mendadak pintu terbuka, berdiri seorang wanita dengan rambut sebahu, pirang, dan kaku oleh hairspray, serta sepasang anting-anting panjang yang berayun-ayun di telinganya. Makeup-nya tebal, celana panjang sutranya berwarna peach aneh, sebelah tangannya memegang rokok, dan sebelah lagi memegang gelas koktail.
"Hallo, Apakah kau dari yayasan?" 

Wanita itu bernama Trish Geiger dan suaminya Eddie Geiger. Setelah diberikan pil pereda sakit kepala dan segelas air putih, Samantha diajak berkeliling rumah oleh Mrs.Geiger. Dengan aura kesombongan nya Samantha sedikit tidak nyaman dan kikuk. Semakin aneh lagi saat Mrs.Geiger menyangka Samantha adalah pelamar dari yayasan untuk menjadi pelayan di rumah nya. Samantha seperti disambar petir dan rasanya semakin hancur, berharap sakit kepala nya mereda dan dia butuh tempat istirahat untuk sehari. Akhirnya Samantha menerima pekerjaan tersebut dan berniat akan memberitahukan siapa dia sebenarnya esok hari. Namun kecerobohan dan tidak ingin direndahkan oleh Mrs.Geiger, Samantha malah mengaku sebagai lulusan Cordon Bleu, lulusan pelayan terbaik di London. Apakah Samantha akan bisa kembali ke London dan menjadi rekanan di perusahaannya?.


Karakter Samantha sungguh menarik perhatian saya, wanita karier yang benar-benar super sibuk dan berantakan dalam hal bersih-bersih. Sedikit mengingatkan saya sewaktu kerja dulu, yang untuk membersihkan kamar kos saja tidak ada waktu haha.. Dan untuk karakter lainnya yang saya suka di buku ini adalah sepasang suami keluarga Geiger, mungkin mereka terlihat kejam tapi berhati baik dan polos. Kalau bisa dibilang mereka bagaikan orang-orang kaya kampung gitu :p. Untuk tokoh-tokoh lainnya juga sangat menarik, ada beberapa tokoh yang mengingatkan saya akan sosialisasi di kampung. Yang saling tolong menolong, perhatian dan saling mengenal satu sama lain.


Alasan kenapa saya suka buku ini karena alur cerita nya yang sederhana namun dibuat dengan penulisan yang begitu menarik. Sampai-sampai saya dibuat ikut deg-deg serr sewaktu Samantha dan Nat pria dari desa tersebut saling suka tapi malu-malu. Seperti ikutan kembali ke jaman pacaran dulu :p. 



No comments:

Powered by Blogger.