(Review Buku) Austin Kleon

March 06, 2020

''Don't wait until you know who you are to get started''


Siapa sih yang tidak kenal buku karya Austin Kleon?Yup, dia adalah salah satu penulis buku motivasi yang menjadi favorite nya anak muda di tahun 2012 lalu . Buku pertama nya berjudul Steal Like An Artist dan dalam waktu singkat buku itu habis, sampai akhirnya saya mendapatkan versi terjemahannya di tahun 2013. Buku itu menjadi buku motivasi saya untuk pertama kalinya. Saat itu saya lagi mengerjakan sebuah project dan benar-benar sangat depresi. Lalu pacar saya (yang kini jadi suami saya hehe) memberikan buku ini untuk memotivasi saya agar tidak stuck ditengah jalan.
Dan itu sangat berhasil, semangat dan ide-ide saya menjadi bergairah pada saat itu. Saya bersikap bodo amat dengan pendapat orang tentang karya saya, buku itu benar-benar sangat membantu saya pada saat itu. Saya ingin sharing beberapa kata-kata yang hit my heart banget dari buku pertama sampai ketiga. Buku pertama Steal Like An Artist isi nya lebih banyak gambar - gambar illustrasi dan coretan dari penulis, itu sangat menyenangkan untuk dibaca. Dan sangat mudah diterapkan oleh kita dalam kehidupan sehari-hari.

Steal Like An Artist

Untuk buku keduanya terbit sekitar tahun 2014, dan lagi-lagi saya dikasih buku ini oleh pacar saya (yang sekarang jadi suami). Jujur saya ini adalah tipikal orang yang mudah down, tidak percaya diri, pesimis dan cemasan banget. Jadi saya sangat beruntung punya suami yang mengerti akan mood swing saya ini dan dia terus cari cara supaya saya tetap semangat, eh ko malah curhat ahhaa..
Oke kembali ke buku kedua yang Austin, buku ini berjudul Show Your Work!

Di buku ini kita diberitahu oleh penulis untuk lebih aktif dalam berkarya. Kita diajak untuk lebih menikmati prosesnya, lebih banyak mendengarkan, dan berbagi ilmu kepada yang lain. Kamu tidak bisa memastikan kesuksesan, hanya membuka kemungkinan untuk itu, lalu siap melompat dan maju ketika saatnya tiba. Jangan berhenti berkarya.
Ketika itu saya benar-benar mencari karya-karya saya yang dulu sempat terpendam didalam lemari buku, saya buka kembali dan saya belajar kembali untuk mempertajam kemampuan saya dalam menggambar manual. Saya belajar membuat jurnal, hampir setiap hari saya tulis semua kegiatan dan hal-hal yang saya pelajari. Meskipun kenyataanya saya pun terhentikan oleh aktifitas kerja yang super sibuk, namun saya merasakan perubahan itu sedikit demi sedikit membuat saya menjadi lebih menghargai apa yang pernah saya lakukan dan lebih disiplin.


“The impulse to keep to yourself what you have learned is not only shameful, it is destructive. Anything you do not give freely and abundantly becomes lost to you. You open your safe and find ashes.”
—Annie Dillard


                                                                                                                   Show Your Work!

Setelah jeda waktu yang begitu lama, menginjak 2020 kemarin saya akhirnya resign dari pekerjaan saya. Baru beberapa minggu saya merasa seperti bosan dengan kegiatan saya di rumah. Yang biasanya saya tidak ada hari libur,  karena banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, sekarang setiap hari saya libur. Itu membuat saya seperti orang yang terbuang begitu saja dari dunia ini hahaha..
Memang jodoh datang diwaktu yang tepat, sewaktu saya iseng main ke toko buku saya tidak sengaja melihat buku Keep Going. Saya merasa senang, seperti menemukan secercah harapan dalam kegiatan kosong saya, benar-benar ini yang saya butuhkan sekarang!


“I make lists to keep my anxiety level down. If I write down fifteen things to be done, I lose that vague, nagging sense that there are an overwhelming number of things to be done, all of which are on the brink of being forgoten.”
—Mary Roach

Kata ini adalah salah satu yang menyentuh hati saya saat membaca buku Keep Going. Saya kembali disadarkan untuk membuat "list" dalam kegiatan saya sehari-hari. Membuat list yang benar-benar ingin dikerjakan dalam waktu dekat dan menulisakan perkembangan-perkembangannya begitu sangat membantu saya untuk meningkatkan diri hari demi hari. Setidaknya saya tidak membuat list yang bikin saya tertekan seperti di pekerjaan saya dulu. List kali ini lebih untuk hubungan dengan diri sendiri.

“Every day is a new deal. Keep workin' and maybe something will turn up.”
—Harvey Pekar

Penulis mengatakan, setiap hari merupakan lembaran kosong. Bila kamu sudah selesai mengisinya, kamu bisa menyimpannya, kamu bisa mengumpulkannya, atau kamu bisa menyelipkannya ke keranjang sampah khusus daur ulang dan meninggalkannya. Hanya waktulah yang akan memberitahumu nilainya. Saya sangat setuju dengan ini, saya menjadi lebih legowo sekarang dalam melewati hari-hari saya. Entah hari yang baik, hari yang buruk, semua saya lewati dengan perasaan yang ringan. Bukan saya tidak berfikir apa-apa, namun saya mengikuti cara penulis untuk tuntaskan setiap hari dan lupakanlah. Ini membuat saya merasa tidak terbebani.

Selain itu ada poin dimana penulis mengatakan "Demons hate fresh air"  dan "Plant Your Garden". Dua hal ini yang masih saya belum lakukan sampai saat ini hehe. Semenjak saya tidak ada ''alarm" pagi untuk pergi bekerja, setiap hari saya bangun tidur sangat tidak teratur. Selalu siang, dan malas untuk beraktifitas keluar karena matahari sudah menyinari seluruh cahayanya ke bumi. Maka dari itu, penutup dari buku ini adalah hal yang sedang saya perjuangkan untuk bisa saya lakukan konsisten mulai saat ini. Jujur saja, untuk menanam tanaman sedikit berat untuk saya yang tidak telaten ini hahaha.. Dan saya belum pernah mempunyai tanaman sendiri sejak dulu. Saya menyesal tidak belajar ke Ibu saya untuk merawat tanaman selama beliau masih hidup. Tapi, saya akan mulai mencobanya, demi melatih kembali kedisiplinan diri saya.


“Go out and walk. That is the glory of life.”
—Maira Kalman


No comments:

Powered by Blogger.